SEGAR (Sekolah Gerakan Anti Anemia)


Mahasiswa Gizi UAD dan Puskesmas Mlati II Ajak Siswa/i SMP Muhammadiyah 3 Mlati Lebih Peduli terhadap Anemia.

Sleman, Yogyakarta — Prevalensi anemia pada remaja putri di Kabupaten Sleman tercatat fluktuatif dalam tiga tahun terakhir, yaitu 22,86% pada 2023, sempat turun menjadi 14,53% pada 2024, namun kembali naik menjadi 20,84% pada 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius,
terutama melalui peningkatan pengetahuan, kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dan edukasi gizi yang berkelanjutan.

Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Puskesmas Mlati II melaksanakan edukasi kesehatan bagi remaja pada Jumat (18/9/2026) di SMP Muhammadiyah 3 Mlati, Sleman. Kegiatan ini secara khusus menyasar pada siswa/i kelas VIII untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang anemia dan pentingnya konsumsi TTD.

Kegiatan yang dikemas dalam program bernama SEGAR (Sekolah Gerakan Anti Anemia) ini membahas seputar pengertian, penyebab, dan gejala anemia, manfaat serta cara mengonsumsi TTD yang benar, sumber makanan kaya zat besi, hingga kebiasaan yang dapat memengaruhi penyerapan zat besi dalam tubuh. Selain itu, tenaga kesehatan lingkungan (kesling) dari Puskesmas
Mlati II turut memberikan pemaparan mengenai kecacingan serta pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Untuk membuat materi lebih mudah dipahami, edukasi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan permainan “Mitos atau Fakta” yang mengajak siswa aktif membedakan informasi kesehatan yang benar dan keliru seputar anemia.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Gizi UAD bersama Puskesmas Mlati II berharap remaja semakin berani bertanya, lebih kritis dalam menerima informasi kesehatan, dan mulai peduli terhadap kondisi tubuhnya sendiri sejak dini. Sebab, hidup sehat dapat dimulai dari langkah sederhana: kenali, pahami, dan mulai peduli dari sekarang.

Tinggalkan Balasan