Pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Di dalam standar 1.4.1 Manajemen fasilitas dan keselamatan sesuai Kepmenkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/ 165/2023 tentang standar akreditasi Puskesmas disebutkan bahwa Manajemen Kedaruratan dan Bencana perlu disusun dalam Upaya menanggapi kejadian bencana baik internal maupun eksternal.

Salah satu upaya Puskesmas dalam mengidentifikasi jenis bencana, kemungkinan dan akibat dari bencana yang mungkin terjadi dengan Menggunakan Hazard Vulnerability assessment (HVA).

Berdasarkan HVA yang telah disusun Puskesmas Bencana Kebakaran internal menjadi potensi risiko bencana dengan nilai tertinggi sehingga perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan pelatihan Penggunaan APAR dan Simulasi Bencana Kebakaran.

Pada hari Selasa, 23 April 2024 Puskesmas Mlati II mengadakan pelatihan Penggunaan APAR dan simulasi bencana kebakaran. Pada kegiatan tersebut dijelaskan bagaimana cara menggunakan APAR sebagai refreshing bagi karyawan yang sudah mendapatkan pelatihan dan sebagai tambahan kompetensi bagi karyawan yang baru. Selain itu diinformasikan juga hal – hal yang harus diperhatikan jika terjadi kebakaran.

Cara penggunaan APAR:
1. Pull atau petugas menarik segel atau pin pengaman pada APAR yang ada.
2. ⁠Aim atau petugas mengarahkan selang ke bagian dasar api dengan posisi tabung berdiri tegak lurus.
3. ⁠Squeeze atau petugas menekan valve/hadle hingga sumber api mati/isi tabung habis.
4. ⁠Sweep atau petugas menggerakan noozle dengan gerakan sweep dari sisi ke sisi atau dari kiri ke kanan seperti gerakan menyapu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan APAR:
1. Tabung APAR terisi.
2. ⁠Arah Angin, semprotkan APAR searah dengan arah angin.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh karyawan mengetahui cara menggunakan APAR dan apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana kebakaran.

Tinggalkan Balasan