Migrain, apa itu ?

Migrain? sepertinya sering dengar…

Mungkin kita semua sudah tidak asing lagi dengan kata “migrain“. Tidak ada salahnya kali ini mari kita kupas hal-hal berkaitan dengan migrain, semoga apa yang dibahas berikut ini dapat bermanfaat untuk kesehatan kita semua.

Migrain berasal dari kata “hemicraina” artinya separuh dari kepala atau otak. Secara medis, migrain adalah penyakit neurologis berkaitan dengan genetik, emosi, neurobiologi dan lingkungan.

Seorang yang terserang migrain dapat membuat seseorang harus berbaring di tempat tidur, mematikan lampu penerangan, berbaring tanpa bergerak, menutup semua sumber suara, menyebabkan seseorang tidak bisa bekerja, nyeri kepala berdenyut, mual, muntah, diare, lelah dan kesulitan konsentrasi.

Apa saja penyebab migrain ?

Faktor-faktor penyebab / pemicu migrain dapat disebabkan oleh stres, makanan tertentu, hormonal ataupun lingkungan, gangguan kesehatan tertentu (hipertensi, diabetes, anemia, HIV, infeksi, gagal ginjal kronis). Jika seseorang terpapar faktor pemicu tersebut, apalagi jika secara genetik beresiko menderita migrain, dapat mendorong munculnya migrain tersebut.

Apa beda sakit kepala karena sinusitis dengan migrain ?

Sakit kepala akibat sinusitis biasanya diikuti oleh adanya nanah atau lendir berwarna kuning / kehijauan, demam, adanya sakit pada penekanan daerah sinus di bagian depan tulang pipi (sinus maksilaris) atau di daerah tepi dalam alis (sinus frontalis). Untuk sakit kepala karena sinusitis memerlukan antibiotik, sedangkan pada migrain tidak memerlukan antibiotik.

Apa saja jenis-jenis migrain ?

Tipe migrain paling umum adalah migrain tanpa aura (migrain without aura). Gejala pada migrain jenis ini :

  • Mual, muntah diikuti keinginan untuk tidur di kamar gelap
  • Biasanya bersamaan dengan siklus menstruasi
  • Sakit kepala berlangsung 4-72 jam tanpa diobati dapat membaik sendiri
  • Dua dari gejala berikut : nyeri di satu sisi, berdenyut, intensitas sedang hingga berat, diperburuk oleh kegiatan olah raga
  • Minimal satu dari gejala berikut : sensitif terhadap suara dan atau suara, mual dan atau muntah
  • Tak ada penyebab lain yang tampak untuk penyebab sakit kepalanya.

Tipe yang jarang, namun sangat penting adalah migrain dengan aura (migraines with aura) atau disebut juga migrain klasik. Karkteristik migrain ini yaitu diawali defisit neurologi fokal sebelum terjadinya migain. Gejalanya bisa dalam bentuk penglihatan atau fisik. Migrain ini mungkin terdiri dari titik gelap, sinar terang yang tidak rata, fenomena berubahnya kemampuan visual tanpa hilangnya penglihatan yang sebenarnya, mati rasa pada satu bagian tubuh dan atau wajah, sensasi rasa geli dan kesemutan, sulit untuk berbicara atau bahasa. Aura pada migrain ini berkembang sekitar lima menit hingga 60 menit sebelum muncul sakit kepala. Aura ini bisa hilang setelah sakit kepala terasa atau mungkin terasa terus selama sakit kepala.

Apakah komplikasi migrain ?

Komplikasi yang dikenal sebagai migrain kronis di diagnosis jika sakit kepala muncul 15 hari atau lebih per bulan, selama 3 bulan berturut-turut atau lebih. Komplikasi lain adalah status migrainosis yang didefinisikan lebih dari 72 jam. Terdapat dugaan risiko jangka panjang dari stroke terutama pada migrain dengan aura.

Bagaimana membedakan sakit kepala karena tumor dengan migrain ?

Pada sakit kepala karena tumor umumnya diikuti gejala kejang, bingung, perubahan perilaku, lemah atau mati rasa pada salah satu bagian tubuh, gangguan penglihatan, penciuman, bebicara atau menelan, mual dan muntah, biasanya muncul berat di pagi hari.

Bagaimana mengatasi migrain ?

Obat untuk mengatasi migrain ada 2 jenis : obat –obatan abortif dan obat-obatan profilaksis. Obat-obatan abortif digunkan untuk menghentikan suatu serangan migrain sesegera mungkin. Termasuk obat-obatan abortif : analgetik/ penghilang sakit, kombinasi analgetik, obat-obatan NSAID (Non Steroid Anti Inflamasi Drug), triptan, erotamins, antimual, steroid, magnesium. Obat-obatan ini diminum setelah ada tanda awal migrain untuk menggagalkan serangan dan dapat diulang jika dibutuhkan. Obat-obatan tersebut berefek mengurangi sakit dan menenangkan atau memiliki efek samping kumulatif (menumpuk) jika dijadikan kombinasi, jadi sebaiknya memperhatikan semua instruksi dari dokter.

Obat-obat profilaksis migrain dikonsumsi untuk mencegah migrain atau menurunkan frekuensi atau tingkat keparahan. Obat ini diberikan dengan indikasi :

  • Migrain lebih dari 4 kali setiap bulan
  • Aktifikas terganggu sampai tidak bisa bekerja sekitar 2 hari setiap bulan.

Termasuk diantara obat-obatan profilaksis migrain adalah anti hipertensi (bagi penderita hipertensi), antidepresan, antikonvulsan, vitamin (riboflavin/B2,B6,B12), magnesium dan suplemen herbal tertentu (bunga matahari, feverfew / tanacetum parthenium, petadolex/petasites hybridus, menthol, peppermint, teh kulit pohon willow putih, passion flower dan jahe). Obat-obatan ini biasanya diminum satu atau dua kali per hari. Jika anda hamil, hati-hati dalam penggunaan obat-obatan tersebut, hendaknya dikonsultasikan dengan dokter.

Untuk membantu meredakan migrain dapat dibantu dengan terapi lainnya seperti fisioterapi, akupunktur oleh petugas yang berpengalaman & memiliki izin praktek, teknik relaksasi dan latihan peregangan.

 

Posted by : dr. Lina NIY

Tinggalkan Balasan