Hari Tuberkulosis Sedunia 2024

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Bahkan Indonesia menduduki peringkat ke dua di dunia sebagai negara yang paling tinggi kasus tuberkulosisnya, setelah India.

Hari Tuberkulosis Sedunia yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 24 Maret, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperan dalam upaya mengatasi penyakit tuberkulosis ini.

Saat penderita tuberkulosis batuk atau bersin tanpa menutup mulut, bakteri akan tersebar ke udara dalam bentuk percikan dahak atau droplet yang mengandung ribuan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini kemudian masuk melalui saluran pernapasan menuju paru-paru dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Adapun gejalanya dapat berupa batuk terus-menerus yang berlangsung lebih dari tiga minggu, batuk darah, nyeri dada, kelelahan, demam, nafsu makan menurun, berkeringat di malam hari meski tanpa melakukan kegiatan dan penurunan berat badan. Sedangkan kelompok yang berisiko TBC adalah siapapun yang berada di dekat orang yang terinfeksi tuberkulosis bisa tertular. Tapi yang paling berisiko adalah anak-anak, orang penderita HIV/AIDS, lansia, dan orang dengan diabetes, serta orang-orang yang sering kontak langsung dengan penderita TBC dan juga perokok aktif.

Pengobatan tuberkulosis umumnya berlangsung selama 6-9 bulan yang terbagi dalam dua tahap. Tahap awal, obat diminum setiap hari selama dua atau tiga bulan. Kemudian pada tahap akhir, obat diminum tiga kali seminggu selama empat atau lima bulan. Penting untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, guna pengendalian infeksi antara lain, seperti ventilasi yang baik, penggunaan masker, dan isolasi pasien TBC dapat membantu mencegah penularan TBC kepada orang lain.

Tinggalkan Balasan