
Apa itu New Normal?
New Normal adalah skenario perubahan perilaku dan kebiasaan beraktivitas sehari-hari selama masa pandemi COVID-19 ketika individu kembali melaksanakan aktivitas di luar rumah. Jadi, new normal adalah bentuk ADAPTASI individu dalam wujud perubahan kebiasaan tertentu.
Kenapa harus ada New Normal?
Pada saatnya nanti, dengan beberapa pertimbangan bahwa status PSBB akan dilonggarkan dan aktivitas publik segera dibuka, kebiasaan publik yang sebelumnya dilakukan dinilai masih beresiko menyebarkan virus pada ruang publik. Untuk menekan nilai persebaran virus, maka kebiasaan dalam bersosial dan beraktivitas secara publik harus diatur sesuai dengan indikator dan protokol kesehatan. Seperti makhluk hidup yang beradaptasi dalam masa sulit untuk bertahan, saat ini kita juga perlu beradaptasi untuk terhindar dari virus COVID-19 meskipun harus beraktivitas di ruang publik kembali.
Apa saja Protokol Kesehatan New Normal?
- Selalu menggunakan masker ketika berada di luar rumah
Penggunaan masker dapat mencegah transfer virus dan kotoran dari luar tubuh ke dalam tubuh karena saluran terbuka seperti mulut dan hidung tertutup. Hal ini akan mengurangi resiko tertular maupun menularkan virus COVID-19 ataupun virus lainnya.
- Membiasakan diri untuk mencuci tangan
Tangan menjadi salah satu media transfer yang paling sering karena tangan mengakses hampir seluruh permukaan ketika berkegiatan, oleh karena itu terus biasakan mencuci tangan setelah menyentuh barang-barang dari luar, atau saat tidak sengaja melakukan kontak fisik.

- Menerapkan etika batuk dan bersin
Saat batuk atau bersin, tubuh akan mengeluarkan virus dari dalam tubuh. Maka virus dapat mengenai orang lain, sehingga orang tersebut dapat terinfeksi virus yang berasal dari tubuh kita. Gunakan siku ketika batuk atau bersin untuk menutupi wajah sehingga tidak menempel pada telapak tangan.

- Jaga jarak sosial dan hindari kontak fisik
Walaupun aktivitas sosial kembali dibuka, namun tetap usahakan untuk menjaga jarak dengan orang lain dan menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan. Sebaiknya menjaga jarak dengan orang lain sekitar 1-2 meter ketika berinteraksi dan berkegiatan di kerumunan.

- Mengurangi kegiatan dengan interaksi sosial yang tinggi
Karena vaksin COVID-19 masih belum ditemukan, sehingga siapapun masih beresiko untuk menyebarkan virus dengan orang lain. Untuk itu, ketika harus beraktivitas sosial, usahakan untuk mengurangi kegiatan yang tidak terlalu penting seperti nongkrong dan sebagainya.
- Menjaga kesehatan secara mandiri
New Normal memiliki arti bahwa kegiatan akan kembali dilaksanakan secara normal, sehingga kesehatan diri sendiri menjadi kesadaran dan tanggung jawab mandiri. Oleh karena itu, di era new normal ini kita harus sadar dan bertanggung jawab melaksanakan protokol kesehatan untuk tetap menjaga kesehatan dan terhindar dari COVID-19
Penulis : Nathasya Lintang
https://www.halodoc.com/pedoman-the-new-normal-dari-who-corona
